Get Your Money Here

Showing posts with label BAHASA INDONESIA 2. Show all posts
Showing posts with label BAHASA INDONESIA 2. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

Pengemis Ternyata Orang Berada di Kampungnya

Pada postingan kali ini, saya akan membahas masalah mendasar yang ada di negara tercinta kita ini, Indonesia. Ya betul sekali, saya akan membahas mengenai kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Kemiskinan sendiri dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti keadaan dimana tidak berharta atau tidak berkecukupan. Secara umum, kemiskinan disebabkan oleh meningkatnya pengangguran dan tidak ada nya pelatihan – pelatihan softskill serta pemberdayaan dari pemerintah setempat. Semakin meningkat tingkat kemiskinan dapat berdampak menjadi semakin banyaknya orang yang mengambil cara instan dalam mendapatkan uang. Contohnya saja, merampok, membunuh serta mengemis. Merampok dan membunuh sudah dapat terlihat jelas bahwa mereka benar – benar melakukan kejahatan. Sedangkan pekerjaan mengemis sulit untuk dilihat keadaan sesungguhnya dari pelaku mengemis itu.
Banyak media – media yang telah membahas mengenai maraknya pekerjaan mengemis, pekerjaan yang mengandalkan rasa iba seseorang ini tidak seharusnya dijadikan sebagai pekerjaan. Oknum – oknum pengemis yang bersangkutan pun terkadang mengemis bukan karena mereka tidak berkecukupan, tetapi dikarenakan mereka ingin menambah pundi – pundi nya di desa dengan mengadu nasib di kota – kota besar. Niat oknum tersebut mungkin pada dasarnya adalah baik, yaitu ingin mensejahterakan keluarganya, tetapi di lain sisi, seharusnya mereka mengadu nasib di kota besar dengan mengandalkan kemampuan mereka, mengandalkan ilmu yang dimiliki, bukannya ke kota besar tidak membawa bekal apa – apa. Hanya bermodal nekat doing. Itu lah satu – satu nya modal mereka yang merantau ke kota besar tanpa pertimbangan matang. Lalu di kota tujuan akan jadi apa, itu urusan nanti menurut mereka. Itu lah hal yang harus diluruskan oleh para perantau tersebut.

Monday, October 28, 2013

Penalaran Deduktif


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesendens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan consequence (konklusi).
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal – hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian – bagiannya yang khusus.
Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) daru nedia – media hiburan yang menampilkan gaya hudup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori hipotesis, definisi operasional, instrument dan operasionalisasi.
Jenis penalaran deduktif yaitu :
1.      Silogisme Kategorial   : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi
2.      Silogisme Hipotesis     : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis